Positifers Daftar » Masuk
Logo KlikPositif
WIB
Logo Facebook Logo Twitter
Kamis, 18 Juli 2013 | 15:52 WIB
Komnas PA: 2013, Tahun Darurat Kejahatan terhadap Anak
Data Komnas PAKasus kekerasan tersebut terbagi menjadi tiga kategori, yakni kekerasan fisik 294 kasus (28 persen), psikis 303 kasus (20 persen), dan paling banyak kekerasan seksual sebanyak 535 kasus (52 persen)
Wartawan: Galuh | Editor: Erinaldi
Komnas PA: 2013, Tahun Darurat Kejahatan terhadap Anak
ilustrasi (fanpop.com)

KLIKPOSITIF -- Sebanyak 1.032 kasus kekerasan terhadap anak menjadi catatan Komisi Nasional Perlindungan Anak mulai Januari 2013 sampai Juni 2013.

Kasus kekerasan tersebut terbagi menjadi tiga kategori, yakni kekerasan fisik 294 kasus (28 persen), psikis 303 kasus (20 persen), dan paling banyak kekerasan seksual sebanyak 535 kasus (52 persen).

"Menurut data yang kami terima di semester awal tahun ini menunjukkan angka kekerasan seksual menempati ranking pertama," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait di acara laporan publik di kantor Komnas PA, Jalan TB Simatupang, Jakarta Timur, Kamis, 18 Juli 2013.

Masih tingginya kasus kekerasan seksual pada anak, Komnas PA kemudian menetapkan tahun 2013 sebagai kondisi darurat nasional kejahatan seksual terhadap anak. Dan Arist menduga, jumlah kasus akan terus meningkat sampai penghujung tahun ini.

Dari fakta tersebut, kata Arist, menunjukkan bahwa upaya perlindungan anak yang dilakukan selama ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan. "Dari fakta yang ditemukan, intervensi dari negara dan pemerintah belum cukup konkrit dalam rangka melindungi anak-anak dalam bentuk kekerasan dan kekejaman," katanya.

Arist menekankan perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama. Jika keluarga dan masyarakat tidak mampu untuk melakukan perlindungan, katanya, maka pemerintah yang harus turun tangan.

"Kami menemukan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang setiap hari tiada henti-hentinya. Terutama momentum RI yang meninggal dunia karena kasus kekerasan seksual oleh keluarganya sendiri," kata Arist. (ed)