Positifers Daftar » Masuk
Logo KlikPositif
WIB
Logo Classy FM Logo Facebook Logo Twitter
Selasa, 07 Mei 2013 | 12:21 WIB
Angka Kematian Ibu & Bayi Masih Tinggi
Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2010, 30 bayi meninggal dalam setiap 1.000 kelahiran hidup di Sumbar
Wartawan: Roni Saputra | Editor: Erinaldi
Angka Kematian Ibu & Bayi Masih Tinggi
ilustrasi (mommymdguides.com)

KLIKPOSITIF—Sumatera Barat  canangkan ‘Gerakan Peduli Posyandu’ mengantisipasi rendahnya jumlah Posyandu Mandiri  di daerah-daerah.

Data Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) 2011, Sumbar baru memiliki 980 Posyandu Mandiri dari total 7.021 Posyandu yang tersebar di 19 kabupaten dan kota. Artinya, belum sampai 12 persen posyandu yang dikelola secara mandiri oleh warga.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Rosnini Syafitri mengatakan, pencanangan Gerakan Peduli Posyandu untuk menumbuhkan kepedulian terhadap posyandu di tengah masyarakat. “Kita akan gelar gerakan peduli ini, melibatkan warga, sekali sebulan,” ujar Rosnini, Selasa, 7 Mei 2013.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, kesadaran masyarakat masih menjadi kendala perkembangan posyandu mandiri di Sumbar sehingga tingkat kematin bayi masih tinggi.

“Selain menganggarkan pendirian posyandu di tengah masyarakat, pemprov juga akan mengerahkan tokoh masyarakat, sehingga kendala kesehatan terhadap ibu dan anak dapat diatasi,” ujar Irwan Prayitno.

Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2010, 30 bayi meninggal dalam setiap 1.000 kelahiran hidup di Sumbar. Sedangkan angka kematian ibu melahir­kan mencapai 211,9 per 100 ribu kelahiran hidup.

Menurut survey terakhir Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2008, Angka Kematian Bayi Baru Lahir  (AKBBL) mencapai 35 per 1.000 kelahiran. Jumlah tersebut lebih tinggi dari angka Millenium Development Goals (MDG’s) yaitu 25 kasus per 1000 kelahiran.

Pencanagan Gerakan Peduli Posyandu ini, dilakukan di lapangan Imam Bonjol Padang, yang dihadiri Sesjen Kemenkes dr Supriyantoro dan Ketua Tim Pengurus PKK Pusat Vita Gamawan Fauzi. (ed)