Positifers Daftar » Masuk
Logo KlikPositif
WIB
Logo Classy FM Logo Facebook Logo Twitter
Senin, 09 September 2013 | 14:03 WIB
Mulai 28 September, Caleg Dilarang Pasang Baliho
Caleg hanya diperbolehkan memasang satu unit spanduk dengan ukuran maksimal 1,5 x 7 meter untuk satu zona yang telah ditetapkan.
Wartawan: Rafi'i Hidayatullah Nazari | Editor: Erinaldi
Mulai 28 September, Caleg Dilarang Pasang Baliho
Ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Ketua KPU Husni Kamil Manik menegaskan bahwa Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tidak dapat ditoleransi lagi.

"Masa toleransi kami berikan selama satu bulan sejak PKPU tersebut diundangkan, yaitu 27 Agustus 2013. Peraturan KPU itu tidak lagi untuk dikoreksi melainkan untuk dipahami bersama," ujar Husni, Senin 9 September 2013.

PKPU Nomor 15 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas PKPU Nomor 01 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksnaaan Kampanye Anggota DPR, DPD dan DPRD telah diundangkan pada tanggal 27 Agustus 2013 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsudin. Itu berarti PKPU ini akan berlaku pada 28 September Mendatang.

“Kami akan sampaikan surat edaran ke Kementerian Dalam Negeri. Nanti dari sana yang akan meneruskan ke pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk penertibannya,” kata Husni.

Berdasarkan PKPU Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye tersebut, hanya partai politik yang dibolehkan memasang baliho, billboard, reklame, atau banner untuk satu desa atau kelurahan. Sedangkan caleg dialarang memasang gambar diri di baliho dan papan reklame sendiri.

Caleg hanya diperbolehkan memasang satu unit spanduk dengan ukuran maksimal 1,5 x 7 meter untuk satu zona yang telah ditetapkan.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa penetapan lokasi kampanye tersebut dilakukan oleh KPU bersama dengan Pemerintah, dalam hal ini di bawah kewenangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

KPU sendiri menginginkan zonasi kampanye tersebut dilakukan secara terpusat, sesuai dengan fasilitas sarana yang dimiliki oleh masing-masing pemda.

"Berdasarkan fasilitas yang akan diberikan pemda, alat peraga kampanye akan ditempatkan apakah di tepi jalan atau mungkin di satu area lapangan terbuka. Itu semua tergantung dengan keberadaan fasilitas tersebut di daerah," jelas Husni.