Positifers Daftar » Masuk
Logo KlikPositif
WIB
Logo Facebook Logo Twitter
Sabtu, 21 September 2013 | 13:07 WIB
Pilkada Riau Putaran Kedua Masih Menunggu Keputusan MK
Menurut Jadwal, pemilu putaran kedua ini akan dilakasanakan pada 30 oktober 2013 mendatang. Namun karena perkara ini, pelaksanaan pemilu bisa jadi sesuai jadwal yang telah ditetapkan, ataupun diundur.
Wartawan: Rafi H Nazari | Editor: Redaksi
Pilkada Riau Putaran Kedua Masih Menunggu Keputusan MK
Ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Kepastian kelanjutan pilkada putaran kedua masih menunggu keputuasan Mahkamah Konstitusi (MK) terkain gugatan dua pasangan calon gubernur terhadap KPU.

Menurut Jadwal, pemilu putaran kedua ini akan dilakasanakan pada 30 oktober 2013 mendatang. Namun karena perkara ini, pelaksanaan pemilu bisa jadi sesuai jadwal yang telah ditetapkan, ataupun diundur.

"Kepastian gugatan itu ditolak atau diterima akan diketahui akhir September ini. Kalau gugatan diterima kita harus menunggu dulu proses hukum sampai putusan kira-kira pertengahan Oktober. Tapi kalau gugatan ditolak, kita lanjutkan proses pilkada," ujarnya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau Edy Sabli, Sabtu 21 September 2013.

Edy juga menyatakan, siap melaksanakan apapun keputusan MK Nantinya.

KPU Riau tengah digugat oleh tim sukses dua pasangan calon, yakni Achmad-Masrul Kasmy dan Wan Abubakar-Isjoni (WIN) di MK. Gugatan tersebut masih dalam tahap validasi oleh MK.

Tim sukses Achmad-Masrul Kasmy menggugat KPU di MK terkait hasil penghitungan suara pada Pilkada Riau beberapa waktu lalu.

Saksi dari pasangan ini, Rhonny Riansyah, pada sidang pleno rekapitulasi hasil pilkada lalu keluar dari ruang sidang karena keberatannya terkait selisih suara tidak ditanggapi.

Rhonny saat itu kemudian menyatakan akan menggugat KPU ke MK terkait keberatan soal selisih suara yang tidak ditanggapi oleh KPU itu.

Pasangan "WIN" juga menggugat KPU ke MK setelah sebelumnya kalah dalam sidang gugatan di DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu).

Ketika ditanyakan mengenai apa alasan WIN menggugat, Edy Sabli menyatakan tidak tahu mengenai hal apa yang mendasarinya.

"Ya kami juga tidak tahu, lebih baik tanya langsung kepada WIN," kata Edy Sabli.

Apabila gugatan yang dilayangkan setelah rapat pleno rekapitulasi suara pada 15 September lalu itu diterima oleh MK, maka KPU Riau akan menjalani sidang paling lama sampai 15 Oktober.

Pilkada terancam tertunda dan batal apabila gugatan tersebut dinyatakan diterima oleh MK. KPU wajib menunggu sampai perkara itu selesai, baru bisa melakukan tugas penyelenggaraan pemilu selanjutnya.