Positifers Daftar » Masuk
Logo KlikPositif
WIB
Logo Classy FM Logo Facebook Logo Twitter
Minggu, 29 September 2013 | 16:26 WIB
Kronologis Hanyutnya Anggota Mapala Unand di Batu Busuk
Saat menyeberangi, sungai tiba-tiba air bah datang
Wartawan: Muhammad Noli Hendra | Editor: Rafi Hidayatullah Nazari
Kronologis Hanyutnya Anggota Mapala Unand di Batu Busuk
Proses evakuasi salah satu korban (KLIKPOSITIF/ Welly Adia)

KLIKPOSITIF - Berdasarkan keterangan dari, Ivo Nurdio Putra, 25 tahun, salah seorang anggota Mapala Unand yang selamat dari terjangan air bah kemarin sore, kejadian tersebut terjadi ketika mereka yang berjumlah 8 orang baru saja melakukan survey.

"Saat menyeberangi, sungai tiba-tiba air bah datang, dan waktu itu enam teman kami sedang berdiri di pinggir sungai, merekapun disapu dengan air bah yang datang begitu besar," terangnya, dalam pesan yang ditulis Mapala Unand. Saat ini, korban belum bisa memberikan keterangan secara langsung.

Sebelumnya, mereka telah selesai melakukan survey. Mereka berniat pulang. Di perjalanan, mereka berhadapan dengan sungai yang harus mereka sebrangi. Dalam kondisi normal, sungai yang mereka kenal dengan nama "Sungai Janiah" itu kedalamannya hanya sebatas paha orang dewasa.

Dari 8 orang yang pergi melakukan survey tersebut, 2 orangnya sudah berhasil melakukan menyebrangi sungai itu.

Melihat kondisi air yang keruh, 6 anggota lainnya menunda penyebrangan selama satu jam. Setelah air mulai kelihatan normal, mereka kembali melanjutkan perjalanan.

Namun naas, ketika telah menyebrang lebih kurang satu meter dari tebing sungai, air bah datang. Sehingga mereka terseret.

Melihat kondisi yang demikian, Ivo dan Meta menghubungi ketua Mapala Unand yang berada di kampus.

Ketua Mapala Unand, Julindra Mursal juga menjelaskan, ketika dua orang temannya menghubungi dirinya, waktu itu jaringan bermasalah.

Ia hanya mendengar dari pesan temannya, "6 teman lainnya terseret air bah, kini kami tinggal berdua orang di sebrang sungai Padang Janiah," jelasnya, Minggu 29 September 2013.

Mendengar pesan dari anggotanya, Julindra pun memerintahkan 2 orang anggotanya yang tersisa untuk bertahan, "Karena waktu itu, mereka membawa perlatan dan juga logistik lengkap, maka saya memerintahkan mereka untuk bertahan," jelasnya.

Berdasarkan kontak dari anggotannya tersisa, Julindra langsung menuju lokasi dengan membawa anggota lainya untuk melakukan penyelamatan.

Alhasilnya, Ivo dan Meta selamat, sedangkan 6 orang temannya, tewas terseret ai bah. Hingga saat ini, baru lima orang yang ditemukan, satu orang lagi masih dalam penarian tim SAR.