Positifers Daftar » Masuk
Logo KlikPositif
WIB
Logo Facebook Logo Twitter
Selasa, 28 Mei 2013 | 13:52 WIB
Besaran Uang Kuliah Tunggal di Unand dan UNP
Di Universitas Andalas besaran biaya kuliah mulai dari Rp500 ribu hingga Rp11 juta
Wartawan: Andika D Khagen | Editor: Erinaldi
Besaran Uang Kuliah Tunggal di Unand dan UNP
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- Dua Perguruan Tinggi Negeri di Sumatera Barat, Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang, mulai memberlakukan Uang Kuliah Tunggal (UKT), tahun ajaran 2013/2014.

"Besarannya berbeda setiap mahasiswa," ujar Pembantu Rektor II Universitas Negeri Padang, Ali Zamar, kepada KLIKPOSITIF, Selasa, 28 Mei 2013.

Menurut Ali Zamar, di UNP, besaran uang kuliah berkisar Rp500 ribu sampai Rp4 juta. Besaran terendah maupun tertinggi, sebutnya, tergantung kemampuan orang yang dibagi ke dalam level 1-5.

Biaya tertinggi, sambungnya, untuk jurusan MIPA dan Teknik. "Itu angka tertingginya, tapi ada juga mahasiswa yang bayar 2 atau 3 juta, bergantung kemampuan orang tua," ujarnya.

Sementara di Unand, menurut Rektor Unand Werry Darta Taifur, besaran biaya kuliah Rp500 ribu hingga Rp11 juta. Biaya tertinggi itu terdapat di Fakultas Kedokteran.

Di Fakultas Farmasi biayanya Rp5,5 juta, Fakultas Pertanian Rp4 juta, Fakultas Teknologi Informasi Rp5 juta. Fakultas Hukum dan Ekonomi Rp2,7 juta, FISIP dan Fakultas Ilmu Budaya Rp2,7 juta.

Kemampuan orang tua, sebut Werry, yang digolongkan kepada lima level untuk memasuki perguruan tinggi. Dimulai dari level I, mahasiswa dengan latar belakang orang tua buruh berpenghasilan tidak tetap dan PNS golongan I yang tidak ditampung beasiswa bidik misi.

Level II, mahasiswa dengan ciri orang tua PNS golongan II,karyawan swasta atau wiraswasta yang berpenghasilan setara dengan PNS Golongan II. Level III, diberlakukan kepada orang tua PNS Golongan III, karyawan swasta atau wiraswasta yang berpenghasilan setara Golongan III.

Level IV, mahasiswa dengan latar belakang orang tua PNS golongan IV karyawan swasta yang berpendapatan setara Golongan IV. Menurut Werry, penetapan level ini akan mepermudah orang tua merasionalisasikan kemampuan anaknya untuk masuk perguruan tinggi. (ed)

  • Tidak ada berita terkait