Positifers Daftar » Masuk
Logo KlikPositif
WIB
Logo Facebook Logo Twitter
Senin, 18 November 2013 | 15:12 WIB
IDI Akan Ajukan PK Putusan Malapraktik dr Dewa Ayu Sasiary
Dokter Dewa Ayu Sasiary Prawani bersama dua rekannya dr Hendry Simanjuntak dan dr Hendy Siagian diduga melakukan malapraktik.
Wartawan: Erinaldi | Editor: Redaksi
IDI Akan Ajukan PK Putusan Malapraktik dr Dewa Ayu Sasiary
Logo IDI (net)

KLIKPOSITIF - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang memerintahkan penahanan dr Dewa Ayu Sasiary Prawani SpOG.

"Kami akan mengajukan PK atas putusan tersebut," kata Ketua Umum IDI Zaenal Abidin di Jakarta, Senin, 18 Nopember 2013.

Dokter Dewa Ayu dijebloskan ke tahanan berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap oleh Mahkamah Agung, Nomor 365.K/Pid/2012 tertanggal 18 September 2012.

Kasus tersebut bermula dari ditahannya dr Dewa Ayu Sasiary Prawani SpOG oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara sejak 8 November lalu.

Dokter Dewa Ayu Sasiary Prawani bersama dua rekannya dr Hendry Simanjuntak dan dr Hendy Siagian diduga melakukan malpraktek. Ketiga dokter spesialis kandungan tersebut terpidana dalam kasus dugaan malpraktek terhadap korban Julia Fransiska Makatey (25) pada 2010.

Para dokter melakukan tindakan Sectio Caesaria Sito karena riwayat gawat janin, setelah sebelumnya Julia dirujuk dari puskesmas. Beberapa hari setelah dilakukan operasi, Julia meninggal dunia akibat masuknya angin ke jantung atau emboli udara.

"Kasus ini harus dituntaskan, jika tidak bisa mengganggu dunia kesehatan," jelas dia.

Jika tidak diselesaikan, lanjut dia, maka tidak ada lagi dokter yang mengerjakan kasus gawat darurat. "Kasus gawat darurat itu, potensinya sangat kecil," ujarnya.

IDI, lanjut dia, juga fokus dalam urusan hukum. Dalam pandangan IDI, katanya, tidak pantas dilakukan tindakan hukum karena para dokter telah melakukan tindakan hukum.

IDI juga berjanji akan berjuang untuk membebaskan dokter Ayu dari tahanan dan dua dokter lainnya dari jerat hukum. (Ant/ed)