Positifers Daftar » Masuk
Logo KlikPositif
WIB
Logo Classy FM Logo Facebook Logo Twitter
Kamis, 21 November 2013 | 15:19 WIB
Kisah 36 Tahun “Jejak Sang Infanteri” Muzani Syukur
Muzani mengaku yang mendorongnya untuk menulis biografi perjalanan hidup dan kariernya adalah Mayor Jenderal TNI (Purn) Mulchis Anwar, rekannya satu kampung, dan juga seangkatan di Akademi Militer Negara (AMN).
Wartawan: Rilis | Editor: Andika D Khagen
Kisah 36 Tahun “Jejak Sang Infanteri” Muzani Syukur
Letjen TNI (Purn) Muzani Syukur (ist)

KLIKPOSITIF – Buku biografi Letjen TNI (Purn) Muzani Syukur akan diluncurkan di hotel Bumiminang, Jumat, 22 November 2013. Buku setebal 340 halaman itu berjudul Jejak Sang Infanteri, yang mengisahkan perjuangan 36 tahun lelaki kelahiran Muarolabuah di ketenteraan.

Menurut Muzani Syukur, buku ini didedikasikannya untuk anak cucu, jika ada pengalaman yang bisa diambil. Pengalaman hidup itu boleh jadi ada hikmah dan manfaatnya bagi yang membaca, terutama generasi muda dan generasi muda TNI.

Muzani mengaku yang mendorongnya untuk menulis biografi perjalanan hidup  dan kariernya adalah Mayor Jenderal  TNI (Purn) Mulchis Anwar, rekannya satu kampung, dan juga seangkatan di Akademi Militer Negara (AMN).

Mulchis Anwar juga  memperkenalkan Muzani dengan penulis buku ini, Hikmat Israr,  seorang  perwira  TNI AD  yang menaruh minat serta menekuni penulisan biografi tokoh, khususnya tokoh dari kalangan militer.

"Kepada saudara Israr penulisan ini saya serahkan.  Setelah lebih dari setahun buku ini dikerjakan, akhirnya rampung dan dapat diterbitkan," kata Muzani.

Buku Jejak Sang Infanteri kata sambutannya ditulis oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang pernah menjadi anak buah Muzani Syukur.

Saat itu, Muzani Syukur menjabat sebagai Wakil Komandan Yonif Linud 330/Kujang di Bandung, Jawa Barat, dengan pangkat Mayor. Sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai perwira junior berpangkat Letda dan menjabat Komandan Peleton 330/Kujang yang berada di bawah komando Mayor Inf. Muzani  Syukur.

Di mata SBY, Muzani Syukur merupakan sosok prajurit profesional, tegas, namun tetap ramah.  Pada tahun 1998, giliran SBY yang menjadi atasan Muzani Syukur. Pada saat itu, SBY diangkat sebagai  Menteri Pertambangan dan Energi oleh Presiden Abdurrahman Wahid, sementara Muzani Syukur menjabat  sebagai Inspektur Jenderal Departemen Pertambangan dan Energi.

Karena telah lama mengenal sikap dan ketegasan Muzani, SBY memintanya untuk memimpin Tim Penanggulangan Penambangan Tanpa Izin yang marak ketika itu. Dan ketika menjabat sebagai Menkopolhukam, SBY juga meminta kesediaan Muzani untuk menjadi Koor-dinator Penindakan Operasional untuk menanggulangi penambangan tanpa izin, penyeludupan BBM, dan penanggulangan pencurian  dan perusakan instalasi  listrik. Hasilnya, tim yang dikoordinasikan Muzani sukses mengurangi kerugian negara tidak  kurang dari Rp 3 triliun.

Selain SBY, kata sambutan buku biografi tersebut juga ditulis Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar, sesepuh masyarakat Minang Letjen TNI (Purn) Ir.Azwar Anas, Dirut PT Semen Indonesia (Persero), Tbk Dr.Ir.Dwi Soetjipto, MM.

  • Tidak ada berita terkait